Koran Jakarta | June 20 2018
No Comments
Tokoh Dunia

Stephen Hawking Wariskan Teori Berbagai Hal kepada Dunia

Stephen Hawking Wariskan Teori Berbagai Hal kepada Dunia

Foto : AFP
A   A   A   Pengaturan Font

LONDON - Ilmuwan fisika ternama Inggris yang menjadi inspirasi dunia karena kejeniusan di tengah kondisi tubuh yang cacat, Stephen Hawking, meninggal dunia pada usia 76 tahun. Keluarga Hawking mengatakan sang ilmuwan meninggal dunia dengan tenang di kediamannya yang berada di lingkungan Universitas British, Cambridge, Inggris, Rabu (14/3) dini hari.

“Kami sangat berduka atas kepergian Ayah kami tercinta. Dia adalah ilmuwan yang hebat dan karyanya yang luar biasa akan menjadi warisan yang selalu dikenang,” ujar anakanak Hawking bernama Lucy, Robert, dan Tim, secara tertulis.

Lewat karya “A Brief History of Time” pada 1988 yang menjadi buku terlaris, Hawking mendedikasikan hidup untuk menguak tabir alam semesta dengan penggambaran yang menarik dan menggugah imajinasi. Buku itu membawa pembacanya makin dekat ke rahasia pamungkas penciptaan alam semesta.

Selain mewariskan teori berbagai hal, kecerdasan dan kejeniusan akan dunia astrofisika yang hanya dikuasai sedikit orang telah membuat para penggemarnya menyejajarkan Hawking dengan Albert Einstein dan Sir Isaac Newton. Hawking tidak percaya perkiraan usianya yang akan hanya tersisa beberapa tahun usai mengalami serangan penyakit pada saraf motoriknya di tahun 1964.

Padahal, penyakit itu secara perlahan merenggut kebebasannya untuk bergerak karena hampir lumpuh total dan memaksanya harus duduk di kursi roda. Selain itu, untuk berbicara dia harus dibantu alat synthesizer. “Tekad dan ketekunan yang brilian, yang diselingi humor, menginspirasi orang di seluruh dunia.

Dia pernah berkata, alam semesta akan terasa sempit bila Anda tidak memberi tempat pada orang-orang tercinta. Kami akan selalu kehilangan dia,” imbuh pernyataan anak-anaknya.

 

Misteri “Black Hole”

 

Hawking lahir pada 8 Januari 1942. Kepergian Hawking bertepatan dengan ulang tahun ke-139, Albert Einstein. Di dalam raganya yang lemah terdapat pikiran tajam yang mengandung daya tarik abadi soal misteri “black hole”. Buah pikirannya fokus pada soal menyatukan relativitas, sifat ruang dan waktu, teori kuantum, perilaku partikel terkecil, asal mula alam semesta, dan bagaimana itu bisa terjadi.

“Tujuan saya sederhana. Ini adalah pemahaman menyeluruh tentang alam semesta, mengapa bisa ada dan bisa seperti sekarang,” ujar Hawking, beberapa waktu lalu. Hawking menjadi salah satu tokoh yang dicintai dalam budaya populer karena sempat tampil dalam film Star Trek: The Next Generation, The Simpsons, serta merekam suaranya dalam lagu-lagu Pink Floyd.

Simpati dari para ilmuwan dan selebritas di seluruh dunia mengalir dan memujinya sebagai sumber inspirasi. Lewat akun Twitter, pakar astrofisika Amerika, Neil de Grasse Tyson, mengunggah pernyataan bela sungkawa, dengan gaya kosmologis yang khas. “Kepergiannya telah meninggalkan kekosongan intelektual di belakang, tapi tidak hampa.

Seperti energi vakum yang menarik selimut ruang dan waktu yang ukurannya berbeda,” katanya. Sementara peneliti di Pusat Astrofisika dan Supercomputing The Royal Institution of Australia, Alan Duffy, menyebut karya Hawking, “legendaris”. 

 

AFP/SB/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment