Koran Jakarta | September 24 2018
No Comments

Tren Format Resume Baru

Tren Format Resume Baru
A   A   A   Pengaturan Font

Pertanyaan:

Bu Rossa, saya berencana pindah kerja. Saya perlu meng-update resume saya yang sudah usang. Mohon tipsnya Bu.

Reno, Jakarta

Jawaban:

Sebagian besar orang hanya fokus pada konten resume saat meng-update, tanpa memper­hatikan format dan tampilan secara keseluruhan. Semen­tara teknologi mempermudah untuk mencari

pekerjaan, pada saat yang bersamaan mempersulit pe­lamar untuk menonjol karena HRD dibanjiri ratusan lamaran pekerjaan. Karena itulah, men­jadi penting untuk me-review dan memperbarui resume se­cara berkala agar tetap relevan dan efektif .

#1 Buat yang singkat tapi menarik

Menurut Times, “HRD rata-rata memerlukan 6 detik untuk me-review setiap resume”. Enam detik. Cuma itu yang kamu punya. Yang terpenting adalah bagaimana membuat HRD tertarik dengan isi yang terdapat di dalamnya.

Di samping jumlah kata, cara menyajikan juga mem­buat perbedaan besar. Hindari paragraf yang panjang karena terlalu banyak teks akan mem­buat pembaca kehilangan minat. Gunakan kalimat pendek dan bentuk daftar agar informasi lebih mudah dibaca dan dicerna.

#2 Mulai dengan “Mengapa”

Pertanyaan terpenting yang harus dijawab adalah “Mengapa kamu?” Resumemu merupakan sebuah alat untuk memperkenalkan diri, keterampilan dan kelebihan­mu pada HRD. Kamu harus bisa membuat HRD tertarik untuk mengundang interview.

Itulah sebabnya resume­mu harus diawali dengan pernyataan singkat tapi kuat untuk mem-branding dirimu. Dengan membuat hal utama (selain nama dan kontak) yang dapat dilihat oleh HRD, pastikan juga pesan terpenting bisa terbaca dalam waktu yang sangat singkat tersebut. Ingat, waktumu hanya 6 detik.

#3 Kuncinya adalah tampilan

Dengan terus menerus ber­interaksi dengan internet dan media sosial, selera kita dalam memandang hal yang ber­hubungan dengan tampilan suatu konten semakin meningkat. Akses tak terbatas ke platform konten visual seperti Pinterest, Instagram dan Youtube telah mengubah standar visual kita dengan cara yang tidak pernah kita duga.

Selain hal di atas, internet juga merupakan alat online gratis yang tak terhitung jumlahnya, termasuk contoh resume berkualitas tinggi yang dapat di-download tanpa biaya sedikitpun. Tidak ada alasan untuk menyerahkan resume yang tampilannya berasal dari tahun 1990an. Pastikan resume-mu tampak menarik.

#4 Buat menjadi personal

Ini bukan hanya tentang mengisi resume dengan fakta dan gambar lagi. Meskipun penting untuk menunjukkan bahwa kamu memiliki rekam jejak yang solid, HRD akhir-akhir ini juga tertarik dengan kepribadian kandidat. Apakah kamu bisa bekerja sama dalam tim? Apa yang memotivasimu? Apakah kamu percaya pendekatan proaktif untuk memecahkan masalah, atau apakah kamu tipe pasif? Daripada menonjolkan pencapaianmu dengan cara yang kaku, lebih baik kamu menceritakan secara singkat kepribadian dan soft skill-mu.

#5 Go digital

Manfaatkan sepenuh­nya alat digital yang kamu inginkan. Ini menunjukkan pada HRD bahwa kamu cer­das secara teknologi. Sebagai permulaan, gunakan hyper­link sebagai referensi lang­sung dan mudah digunakan untuk informasi pendukung, yang membantu menghemat kata-kata.

Jika kamu punya situs web atau blog yang relevan dengan pekerjaanmu, lebih baik lagi. Jika tidak, kamu bisa selalu membuat portofolio digital dengan menyimpan dokumen dan file yang relevan di Cloud, menggunakan layanan gratis seperti Dropbox dan Google Drive.

Enam detik. Hanya itu yang kamu punya. Pastikan resume-mu mampu menyampaikan pesan kunci di dalam peluang kecil itu. Ingat, sedikit itu lebih, jadi buat yang seder­hana. Jangan menyulitkan para HRD untuk mengakses informasi yang mereka cari.

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment